Showing posts with label X.D VIRUS. Show all posts
Showing posts with label X.D VIRUS. Show all posts
Apa Perbedaan Hepatitis A, Hepatitis B Dan Hepatitis C Yang Kamu Harus Tahu

Apa Perbedaan Hepatitis A, Hepatitis B Dan Hepatitis C Yang Kamu Harus Tahu






Sumber gambar : https://www.suara.com 

Di lansir dari CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 14:05 WIB bahwa Jumlah penderita Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, nyaris mencapai seribu orang. Data mutakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Senin (1/7), jumlah korban bahkan menyentuh angka 975 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan jumlah itu bertambah sejak pada 27 Juni lalu terdata ada 824 orang, lalu 29 Juni naik menjadi 924 orang, kemudian 30 Juni terus naik menjadi 957 orang.

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Pacitan, yakni di Sudimoro dengan 527 orang, Ngadirojo 176 orang, Sukorejo 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo 5 orang dan Ketrowonojoyo 4 orang.


Lalu apa Perbedaan Hepatitis A, Hepatitis B Dan Hepatitis C dan apa yang harus kita lakukan?


Di salin dari https://health.detik.com, banyak yang mengira semua Hepatitis adalah penyakit hati yang sama, padahal tiap jenisnya berbeda dan mempunyai daya tular dan daya pengobatan yang berbeda pula. Hepatitis itu ada yang kadarnya ringan seperti Hepatitis A dan yang terberat seperti Hepaitis C. Di Indonesia tiga jenis Hepatitis itu adalah A, B dan C yang disebabkan virus. Apa perbedaan dari 3 hepatitis ini?

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang biasanya disebabkan oleh virus. Hepatitis yang terjadi di Indonesia paling banyak disebabkan oleh virus hepatitis A, B dan C.

Hepatitis A, B dan C sama-sama disebabkan oleh virus, yaitu Hepatitis Virus tipe A (HVA), Hepatitis Virus tipe B (HVB) dan Hepatitis Virus tipe C (HVC). Namun ketiga virus menular dengan media yang berbeda.

Selain Hepatitis A, B dan C, di dunia juga ditemukan Hepatitis D, E, F dan G. Hepatitis D merupakan rekan dari infeksi Hepatitis B dan dapat memperparah infeksi, Hepatitis E hampir menyerupai Hepatitis A yang hanya terjadi di negara-negara berkembang. Sedangkan Hepatitis F baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Untuk virus terbaru Hepatitis G, seringkali terjadi pada infeksi bersamaan dengan Hepatitis B dan atau C.

Berikut perbedaan antara Hepatitis A, B dan C, seperti dilansir Mayoclinic, Rabu (9/11/2011):

Hepatitis A

Penularan virus Hepatitis A atau Hepatitis Virus tipe A (HVA) melalui fecal oral, yaitu virus ditemukan pada tinja. Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, juga terkadang melalui hubungan seks dengan penderita.

Gejala Hepatitis A biasanya tidak muncul sampai Anda memiliki virus selama beberapa minggu. Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Dalam banyak kasus, infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah Hepatitis B atau C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Meski demikian, Hepatitis A tetap harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit.

Tanda dan gejala Hepatitis A yaitu:

  1. Kelelahan
  2. Mual dan muntah
  3. Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk)
  4. Kehilangan nafsu makan
  5. Demam
  6. Urine berwarna gelap
  7. Nyeri otot
  8. Menguningnya kulit dan mata (jaundice).


Kasus-kasus ringan Hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen.
Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A.
Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit.

1. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.

2. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.

3. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.

Pencegahannya untuk Hepatitis A adalah melakukan vaksinasi yang juga tersedia untuk orang-orang yang berisiko tinggi.

Hepatitis B

Hepatitis Virus tipe B (HVB) dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, penularan dari ibu ke janin dalam kandungan dan melalui suntikan atau transfusi darah yang tercemar virus Hepatitis B, seperti pengguna narkoba suntik, pengguna alat kesehatan (jarum, pisau, gunting) yang tidak disterilkan sempurna, tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang tidak steril.

Berbeda dengan Hepatitis A, virus Hepatitis B pada sebagian orang dapat menyebabkan Hepatitis B kronis, menyebabkan gagal hati, kanker hati atau sirosis yaitu kondisi yang menyebabkan jaringan parut permanen di hati.

Tanda dan gejala Hepatitis B biasanya muncul sekitar 3 bulan setelah terinfeksi dan dapat berkisar dari ringan sampai parah. Tanda dan gejala Hepatitis B hampir sama dengan hepatitis A, yaitu:

  1. Sakit perut
  2. Urine gelap
  3. Demam
  4. Nyeri sendi
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Mual dan muntah
  7. Kelemahan dan kelelahan
  8. Kulit menguning dan bagian putih mata (jaundice).


Kebanyakan orang yang terinfeksi Hepatitis B di saat dewasa sepenuhnya pulih. Namun bayi dan anak-anak jauh lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi Hepatitis B kronis. Belum ada obat untuk hepatitis B namun vaksin dapat mencegah penularan penyakit ini.

Penyakit Hepatitis B bukan tidak bisa disembuhkan, namun proses pengobatannya biasanya dilakukan dalam jangka waktu lama atau bahkan seumur hidup. Jika tidak diobati, hepatitis B bisa berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.

Pencegahannya seperti Hepatitis A, Hepatitis B bisa dilakukan dengan vaksinasi.

Hepatitis C

Hepatitis C mempunyai tingkat keparahan yang paling tinggi dibanding Hepatitis A dan B. Sama dengan Hepatitis B, Virus hepatitis C ditularkan lewat darah yang jalan utama infeksinya berasal dari transfusi darah atau produk darah yang belum diskrining (pemeriksaan), saling tukar jarum suntik oleh pengguna narkoba suntik (injecting drug user/IDU) serta jarum atau alat tato dan tindik yang tidak steril.

Infeksi virus Hepatitis C juga disebut sebagai infeksi terselubung (silent infection) karena pada infeksi dini seringkali tidak bergejala atau tidak ada gejala yang khas sehingga seringkali terlewatkan. Kebanyakan orang tidak tahu mereka terinfeksi Hepatitis C sampai kerusakan hati muncul atau melalui tes medis rutin.

Jika pun ada gejala, Hepatitis C biasanya hanya menunjukkan gejala seperti flu, yaitu:

  1. Kelelahan
  2. Demam
  3. Mual atau nafsu makan yang buruk
  4. Otot dan nyeri sendi
  5. Nyeri di daerah hati.


Virus hepatitis C adalah virus yang secara genetik amat variatif dan memiliki angka mutasi tinggi, sehingga memungkinkan generasi virus yang beraneka ragam. Akibatnya belum ada vaksin yang berhasil dibuat untuk mencegah infeksi virus hepatitis C.

Sirosis terjadi pada 10-20 persen penderita hepatitis C kronik, dan kanker hati terjadi pada 1-5 persen penderita hepatitis C kronik dalam waktu 20-30 tahun. Serta sekitar 90 persen orang yang baru terinfeksi penyakitnya akan terus berkembang menjadi infeksi kronik.

Untuk Hepatitis C hingga kini belum ada vaksin pencegahnya.


Pengertian, Ciri, Stuktur ‎Tubuh, Reproduksi, dan Peranan Virus-Biologi Kelas X IPA SMA-MA

Pengertian, Ciri, Stuktur ‎Tubuh, Reproduksi, dan Peranan Virus-Biologi Kelas X IPA SMA-MA


Pengertian Virus

Virus adalah sebuah parasit mikroskopik yang seringkali menginfeks sel organisme tubuh biologis. Dikarenakan cara hidup virus yang harus menempel pada suatu inang, virus masih diperdebatkan apakah virus termasuk makhluk atau bukan. Struktur tubuh virus berbeda dengan struktur tubuh makluk lainnya karena virus tidak memiliki sitoplasma dan organel yang berfungsi untuk metabolisme tubuh. Dari seluruh sistem genetika, virus adalah sistem paling sederhana jika dibandingkan dengan genetika lainnya.
Istilah virus berasal dari bahasa Yunani, yang berasal dari kata venom yang artinya racun. Yang pertama kali meneliti virus adalah Adolf Mayer pada tahun 1833 yang merupakan ilmuan asal Jerman, virus yang ditelitinya adalah virus penyakit mozaik yang menyerang tanaman tembakau.

Ciri-Ciri Virus

Berikut adalah penjelasan tentang struktur tubuh virus yang pada umumnya terdapat di seluruh jenis virus.
Jenis virus di dunia sangat bermacam-macam dan banyak sekali jumlahnya. Dari semua virus yang ada juga memiliki jenis tubuh yang beragam. Tetap meskipun begitu, tetap ada ciri struktur-struktur tubuh yang dimiliki oleh virus pada umumnya (kebanyakan jenis virus). Berikut akan diberikan penjelasan tentang ciri struktur tubuh virus.

1.    Tubuh virus memiliki suatu materi genetik yang didalamnya mengandung salahsa satu dari asam nukleat, DNA, atau RNA saja.
2.   Ukuran tubuh virus sangat kecil (sekitar 20-300nm), dan hanya bisa dilihat dengan menggunakan miksroskop elektron.
3.    Virus memiliki bentuk tubuh yang seperti huruf T, bulat, oval, ataupun batang, tergantung dari jenis virus tersebut.
4.      Virus dapat diisolasi dan dikristalkan sehingga dianggap sebagai ‘benda tak hidup’.
5.  Virus hanya dapat memperbanyak diri (reproduksi) ketika berada di dalam sel-sel makhluk hidup.
6.     Virus berkembang melalui cara daur Litik dan daur Lisogenik.

 Struktur Tubuh Virus

Virus memiliki struktur tubuh yang sangat sederhana, yang hanya terdiri dari materi genetik DNA atau RNA (salah satu saja) yang dikelilingi oleh kapsid yang berfungsi sebagai pelindung protein. Pada umumnya virus memiliki tiga struktur utama dan juga tiga struktur tambahan lainnya yang berfungsi untuk mendukung tiga struktur utama.


3 Struktur utama virus

1.      Kepala
 Kepala virus berisi materi genetik DNA atau RNA, dan diselubungi pelindung protein yang disebut kapsid. Kapsid ini hanya tersusun oleh satu unit protein yang disebut kapsomer.

2.      Isi Tubuh
Isi tubuh virus sering kali disebut virion. Virion adalah bahan genetik salah satu tipe asam nukleat yang berupa DNA atau RNA. Tipe asam nukleat ini berpengaruh terhadap bentuk tubuh yang dimiliki virus. Virus yang memiliki asam nukleat RNA biasanya memiliki bentuk yang menyerupai kubus, polihedral, ataupun bulat, seperti pada virus-virus yang menyebabkan penyakit polymyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan juga virus influenza.

3.      Serabut
Serabut ekor adalah struktur tubuh virus berbentuk seperti jarum yang berfungsi untuk menempelkan tubuh virus pada sel inangnya. Serabut ekor melekat pada kepala kapsid. Untuk virus yang menginfeksi sel eukariotik biasanya tidak memiliki ekor.

3 Struktur tambahan virus

1.      Kapsid
Kapsid adalah lapisan pelindung asam nukleat yang membungkus DNA atau RNA pada tubuh virus. Kapsid terdiri atas rangkaian-rangkaian kapsomer. Bentuk kapsid berbeda-beda tergantung dari tipe virus tersebut. Kapsid ini berfungsi untuk memberi bentuk pada tubuh virus dan melindungi virus dari kondisi yang merugikan virus.

2.      Kapsomer
Kapsomer adalah bagian tubuh virus yang berada dalam kapsid yang didalamnya sedikit mengandung protein yang saling terangkai hingga membentuk kapsid.

3.      Sel Pembungkus
Sel pembungkus adalah bagian pelindung tubuh virus yang didalamnya tersusun lipoprotein berupa membran plasma yang berfungsi melapisi DNA atau RNA.

Reproduksi Virus

Reproduksi atau perkembangbiakan virus dibedakan menjadi 2 macam daur hidup virus, yaitu daur Litik dan daur Lisogenik
Seperti makhluk hidup lainnya, virus juga dapat bereproduksi untuk memperbanyak dirinya, hanya saja virus harus harus melakukan reproduksi tersebut didalam sel hidup, karena jika tidak maka virus tidak akan bisa memperbanyak dirinya. Perkembangbiakan virus memiliki 2 macam, yaitu daur Litik dan daur Lisogenik.

Berikut adalah penjelasan proses perkembangbiakan atau reproduksi virus daru Litik dan daur Lisogenik.

1.      Daur Litik
Berikut tahapan-tahapan atau fase dari daur Litik.

·         Fase adsorpsi (fase penempelan)
Fase adsorpsi adalah fase menempelnya virus pada sel inang.
·         Fase injeksi (Memasukkan asam inti)
Fase injeksi adalah fase dimana virus memasukkan asam nukleat yang berupa DNA atau RNA kedalam tubuh sel setalh terbentuknya lubang pada sel yang dilakukan dengan cara mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur).
·         Fase sintesis (pembentukan) atau eklifase
Fase sintesis adalah fase dimana DNA atau RNA mempengaruhi sel bakteri dan mereplika bagian tubuh virus sehingga dapat terbentuk bagian-bagian dari tubuh virus.
·         Fase asemblin (perakitan)
Fase asemblin adalah proses perakitan dari bagian-bagian tubuh yang terbentuk dari proses sintesis hingga menjadi virus yang sempurna
·         Fase litik (pemecahan sel inang)
Fase litik adalah tahap pemecahan sel inang yang dilakukan virus hingga muncul virus-virus baru yang kembali mecncari sel inang untuk memperbanyak dirinya.

2.      Daur Lisogenik
Selain daur Litik, virus mempunyai cara lain untuk berkembang biak, yaitu dengan daur Lisogenik. Berikut adalah penjelasan tahap-tahap dari fase yang ada dalam daur Lisogenik.
·         Fase adsorpsi (fase penempelan)
Fase adsorpsi adalah fase dimana virus akan menempel pada sel inang.
·         Fase injeksi (Memasukkan asam inti)
Fase injeksi adalah fase dimana virus akan memasukkan asam inti nukleat yang berupa DNA atau RNA kedalam tubuh sel.
·         Fase penggabungan
Fase penggabungan adalah fase penggabungan antara DNA virus dengan DNA sel inang dengan cara memutus DNA sel inang, lalu virus menyusupkan DNA nya kedalam sel inang.
·         Fase pembelahan
Virus akan menjadi tidak aktif atau yang disebut profag setelah menyisipkan DNA ke sel inang. Lalu DNA sel inang yang tersisipi DNA virus tersebut akan melakukan pembelahan sel setelah mereplikanya.
·         Fase sintesis (pembentukan) atau eklifase
Fase sintesis adalah fase pembentukan bagian-bagian virus setelah virus berhasil mempengaruhi DNA inangnya.
·         Fase perakitan
Fase perakitan adalah tahap dimana bagian-bagian virus yang telah terbentuk pada fase perakitan dirakit menjadi satu virus yang sempurna.
·         Fase litik
setelah virus baru yang terbentuk sel inang lisis dan virus akan keluar dari sel inang. Virus yang keluar dari sel inang akan mencari inang baru.

Fase litik adalah fase dimana virus yang telah terbentuk menjadi virus sempurna keluar dari sel inang dan keluar mencari inang baru untuk kembali bereproduksi.

Peranan Virus
Peranan virus dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak sekali, mulai dari bermanfaat bagi manusia hingga merugikan manusia. Manfaat virus yang menguntungkan diantaranya adalah virus yang dapat melemahkan bakteri jahat, memproduksi vaksin, dan juga membuat antioksidan. Sementar peranan virus yang merugikan biasanya adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit.

Berikut adalah macam-macam virus yang menyebabkan berbagai penyakit, baik pada manusia, hewan, ataupun tumbuhan.

Virus yang Menyebabkan Penyakit Pada Manusia
Berikut adalah 4 jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

1.      Orthomyxovirus (Virus RNA)
Orthomyxovirus (Virus RNA) adalah virus yang menyebabkan penyakit influenza (flu).
2.      Paramyxovirus
Paramyxovirus adalah virus yang penyebab penyakit campak.
3.      Herpesvirus varicella
Herpesvirus varicella adalah virus yang penyebab cacar air.
4.      HIV (Human Imunodeficiency Virus)
HIV adalah virus AIDS AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome) yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Virus yang Menyebabkan Penyakit Pada Hewan
1.      Rabdovirus
Rabdovirus adalah virus yang menyebabkan penyakit rabies pada hewan peliharaan (kucing, anjing, dan monyet)
2.      Paramyxovirus
Paramyxovirus adalah virus penyebab penyakit NCD (New Castle Disease) yang dikenal dengan tetelo.
3.      Virus H5N1
Virus H5N1 adalah virus yang menyebabkan penyakit flu burung pada unggas.

Virus yang Menyebabkan Penyakit Pada Tumbuhan
1.      Virus Mozaik atau TMV (Tobacco Mosaic Virus)
Virus TMV adalah virus penyebab penyakit bercak kuning pada daun tanaman tembakau.
2.      CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
CVPD adalah virus yang menyebabkan penyakit pada pembuluh tipis pada tanaman jeruk.
3.      Virus Tungro
Virus tungro adalah virus yang menyebabkan tanaman padi tumbuh kerdil