Apa Saja Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Gerak Manusia

Apa Saja Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Gerak Manusia

Sistem gerak pada manusia diantaranya tulang, persendian dan juga otot. Namun tak dipungkiri sistem gerak tersebut dapat mengalami gangguan, kelainan ataupun terkena penyakit.
Jenis Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Gerak Manusia Antara lain:

1 Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Tulang
1.1 Retak atau Patah Tulang (Fraktura)
1.2 Rakhitis
1.3 Osteoporosis
1.4 Mikrosefalus
1.5 Kelainan Tulang Belakang
2 Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sendi
2.1 Dislokasi
2.2 Keseleo/Terkilir
2.3 Ankilosis
2.4 Artritis
3 Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Otot
3.1 Kejang Otot
3.2 Atropi
3.3 Hipertropi
3.4 Tetanus
3.5 Stiff atau Kaku Leher
3.6 Hernia abdominalis

Berikut ini adalah gangguan, kelainan dan penyakit yang terjadi pada tulang. Diantaranya:
Retak atau Patah Tulang (Fraktura)
Retak atau patah tulang dibedakan menjadi 4 yaitu:
Fraktura sederhana, jika tulang yang retak tidak sampai melukai otot.
Greenstick, jika tulang hanya retak dan sebagian tidak sampai memisah.
Fraktura tertutup, jika tulang patah menyebabkan otot terluka namun tidak keluar dari kulit.
Fraktura terbuka, jika tulang patah hingga keluar dari kulit.

Rakhitis
Rakhitis adalah penyakit tulang rapuh yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Penderita penyakit ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit pada tulang dimana kondisi tulang menjadi lunak karena disebabkan kekurangan hormon-hormon tertentu yang membantu pelekatan kalsium atau bisa juga karena kekukurangan kalsium.

Mikrosefalus
Mikrosefalus adalah kelainan pada tulang kepala berupa ukuran kepala lebih kecil atau tidak proporsional. Hal ini disebabkan saat hamil, ibu tersebut kekurangan kalsium sehingga pembentukan tengkorak bayi tidak sempurna.

Kelainan Tulang Belakang
Kebiasaan duduk dengan posisi yang salah dapat mengakibatkan kelainan pada tulang belakang. Ada 3 macam kelainan pada tulang belakang yaitu:
Lordosis, kelainan pada tulang belakang atau tulang punggung yang menyebabkan penderita memiliki punggung yang terlalu melengkung masuk pada bagian pinggang.
Kifosis, kelainan pada tulang belakang atau tulang punggung yang menyebabkan tulang punggung penderita melengkung ke bagian depan melebihi batas normal atau disebut juga bungkuk.
Skoliosis, kelainan pada tulang punggung atau tulang belakang melengkung seperti huruf S.

Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sendi

Dislokasi
Dislokasi adalah pergeseran kedudukan sendi karena sobek atau tertarik oleh ligamen.

Keseleo/Terkilir
Keseleo/Terkilir adalah gangguan persendian karena tertariknya ligamen sendi oleh gerakan tiba-tiba.

Ankilosis
Ankilosis adalah keadaan sendi yang tidak dapat digerakkan.

Artritis
Artritis atau infeksi sendi adalah gangguan sendi yang disebabkan karena adanya peradangan pada sendi. Artriris dibedakan menjadi 3 yaitu:

Reumatoid, penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.
Ostevartritis, penyakit sendi karena menipisnya tulang rawan.
Gautartritis, gangguan gerak karena kegagalan metabolisme asam urat.

Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Otot
Kejang Otot
Kejang Otot adalah gangguan otot karena melakukan aktivitas terus menerus singga akhirnya otot tidak mampu lagi berkontraksi karena kehabisan energi.

Atropi
Atropi adalah gangguan otot karena otot mengecil sehingga kemampuan untuk berkontraksi hilang.

Hipertropi
Hipertropi adalah keadaan otot yang membesar dan kuat karena sering dilatih. Hal ini terjadi pada tubuh atlet seperti binaragawan dan lainnya.

Tetanus
Tetanus adalah kejang otot yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.

Stiff atau Kaku Leher
Kaku leher terjadi karena otot leher mengalami peradangan akibat gerakan atau hambatan yang salah sehingga leher terasa kaku.

Hernia abdominalis
Hernia abdominalis adalah sobeknya otot dinding perut yang lemah sehingga usus melorot masuk ke rongga perut.



Sumber : https://www.pelajaran.co.id/2017/18/kelainan-gangguan-dan-penyakit-pada-sistem-gerak-manusia.html
2.4 Contoh RPP Sistem Gerak Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA

2.4 Contoh RPP Sistem Gerak Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA

Tak dapat dipungkiri RPP yang biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan hal yang harus dibuat guru dimulai tingkat SD, SMP, SMA, SMK, SMP dan SMA sederajat.
Perencanaan pembelajaran merupakan hasil dari proses berpikir, artinya suatu perencanaan pembelajaran tidak disusun sembarangan tetapi dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin dapat berpengaruh, dan segala sumber daya yang tersedia yang dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. 
Perencanaan pembelajaran disusun untuk mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sehingga ketercapaian tujuan merupakan fokus utama dalam perencanaan pembelajaran. 
 Perencanaan pembelajaran berisi tentang rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan pembelajaran dapat berfungsi sebagai pedoman dalam mendesain pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. 
Dari Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa RPP mempunyai peranan penting dalam melaksanakan proses belajar mengajar. membuat dan meyusun RPP merupakan suatu keharusan bagi seorang guru karena dengan perencanaan pembelajaran guru dapat melangsungkan kegiatan belajar secara efisien dan efektif dan dapat menghemat sumber daya lainnya. 
RPP SMA-MA Biologi kelas XI IPA Kurikulum 2013 yang direvisi ini adalah perangkat pembelajaran yang sudah dilengkapi dengan Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, Kelas/semester, Materi pokok, Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai. 
Dalam rangka membantu para rekan guru yang sedang kesulitan dalam membuat dan menyusun RPP Biologi kelas XI atau sekedar sebagai bahan referensi maka kami poskan salah satu RPP dengan pokok bahasan Sistem Gerak kelas XI IPA program Peminatan.  Demikian, Semoga membantu dan bermanfaat. Terima Kasih
Download Contoh RPP Sistem Gerak Biologi Kelas XI IPA disini
Jangan Lupa Lihat 
Sistem Pencernaan Pada Manusia-Makanan dan Fungsi Makanan

Sistem Pencernaan Pada Manusia-Makanan dan Fungsi Makanan

Pengertian makanan
Makanan adalah sumber energi bagi tubuh agar dapat melakukan berbagai aktivitas. Jika tubuh kekurangan energi maka tubuh akan lemas dan mudah lelah.
Fungsi Makanan Bagi Tubuh
Makanan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
2. Pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang telah rusak atau tua.
3. Pengaturan metabolisme tubuh.
4. Penjaga keseimbangan cairan tubuh.
5. Pertahanan tubuh terhadap penyakit.
6. Penghasil energi.

Makanan yang baik untuk tubuh adalah makanan bersih, sehat dan bergizi seimbang. Makanan bergizi seimbang harus mengandung zat-zat seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. 
1. Karbohidrat
Fungsi karbohidrat di dalam tubuh antara lain sebagai sumber energi utama, berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa, pembentukan struktur sel, jaringan dan organ, dan membantu proses pencernaan makanan dalam saluran pencernaan, misalnya selulosa. Sumber karbohidrat adalah seperti pada padi-padian (beras, gandum, jagung), umbi-umbian (singkong, ubi,kentang), tepung, dan sagu.

2. Lemak
Bagi tubuh kita, lemak mempunyai fungsi yang sangat penting. Selain sebagai sumber energi, lemak juga adalah penyusun membran sel, sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, serta sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Lemak dapat di peroleh dari tumbuhan (nabati) maupun hewan (hewani). Beberapa bahan makanan yang mengandung banyak lemak misalnya adalah seperti kacang-kacangan, minyak goreng, daging dan susu.

3. Protein
Protein antara lain didapat dari hewan : daging, susu, ikan, telur, dan keju. Sedangkan protein dari tumbuhan didapat dari biji-bijian.

Fungsi protein adalah antara lain sebagai berikut :
1. Sintesis zat-zat penting tubuh, seperti hormon, enzim, dan antibodi.
2. Pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan tubuh.
3. Pelaksanaan metabolisme tubuh.
4. Penyeimbangan asam dan basa cairan tubuh karena berperan sebagai buffer.
5. Pemeliharaan tekanan cairan dalam sekat rongga tubuh.
6. Penyediaan sumber energi, dimana 1 gram protein terkandung 4,1 kalori.
7. Penetralan (detoksifikasi) racun di dalam tubuh.

4. Vitamin
Vitamin dapat berfungsi sebagai ko-enzim, ko-enzim adalah suatu zat yang memacu bekerjanya suatu enzim. Terdapat dua kelompok vitamin, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan tidak larut dalam lemak. Vitamin larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan. Bila jumlah yang tersedia lebih banyak dari yang diperlukan tubuh, akan disimpan di dalam lemak dalam waktu yang cukup lama. Berbeda dengan vitamin yang tidak larut dalam lemak, bila masukan vitamin melebihi jumlah yang diperlukan oleh tubuh, kelebihannya akan dibuang ke luar tubuh.

Macam-macam vitamin
Macam-macam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh adalah antara lain sebagai berikut :

a. Vitamin A
Vitamin A terdapat pada hati, minyak ikan, lemak hewani, kuning telur, wortel dan tomat. Fungsi vitamin A adalah sebagai meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata. Akibat kekurangan vitamin A adalah xeroftalmia, rabun senja, kulit pecah-pecah, pertumbuhan lambat.

b. Vitamin B1
Vitamin B1 terdapat pada kulit beras, kacang hijau, sayur-sayuran, hati, susu, dan daging. Fungsi vitamin B1 adalah sebagai mengoksidasi makan untuk memperoleh energi. Akibat kekurangan vitamin B1 adalah penyakit beri-beri dan gangguan saraf.

c. Vitamin B2
Vitamin B2 terdapat pada hati, susu, telur, dan ragi. Fungsi vitamin B2 adalah sebagai pernafasan sel, menjaga keutuhan jaringan saraf dan kornea mata. Akibat kekurangan vitamin B2 adalah katarak, mata kabur, ujung mulut terkelupas.

d. Vitamin B6
Vitamin B6 terdapat pada telur, daging, kentang, dan kubis. Fungsi vitamin B6 adalah membantu tubuh mencerna protein dan respirasi seluler. Akibat kekurangan vitamin B6 adalah penyakit anemia dan pellagra.

e. Vitamin B12
Vitamin B12 terdapat pada daging, susu, dan ragi. Fungsi vitamin B12 adalah sebagai pembentukkan sel darah merah. Akibat kekurangan vitamin B12 adalah anemia pernisiosa (sel darah merah berjumlah sedikit, rapuh, dan mudah hancur).

f. Vitamin C
Vitamin C terdapat pada jeruk, pepaya, tomat, pisang, dan sayuran hijau segar. Fungsi vitamin C adalah sebagai keutuhan zat perekat antar sel, menjaga kekebalan jaringan epitel. Akibat kekurangan dari vitamin C adalah penyakit skorbut (gusi mudah berdarah dan gigi mudah goyang).

g. Vitamin D
Vitamin D terdapat pada susu, mentega, kuning telur, dan minyak ikan. Fungsi vitamin D adalah membantu pertumbuhan tulang. Akibat kekurangan vitamin D adalah gangguan pertumbuhan tulang pada anak-anak dan rakitis.

h. Vitamin E
Vitamin E terdapat pada biji-bijian, sayur-sayuran, telur, mentega, dan susu. Fungsi vitamin E adalah sebagai pembantu sistem reproduksi. Akibat kekurangannya vitamin E adalah kemandulan.

i. Vitamin K
Vitamin K terdapat pada sayuran hijau, biji-bijian dan hati. Fungsi vitamin K adalah mempercepat pembekuan darah dan mencegah keguguran. Akibat kekurangan vitamin K adalah darah sukar membeku.

5. Mineral
Mineral adalah bahan-bahan anorganik (tak hidup). Tubuh kita sangat membutuhkan mineral untuk pembentukan struktur tubuh. Beberapa mineral yang sangat dibutuhkan tubuh, misalnya seperti :

a. Kalsium
Kalsium berguna untuk pembentukan tulang dan gigi.
b. Besi
Besi berguna untuk pembentukan hemoglobin.
c. Natrium
Natrium berguna untuk proses kontraksi otot.
d. Fosfor
Fosfor berguna untuk proses pembentukan energi dalam sel.
Susu adalah bahan makanan yang cukup lengkap dan mengandung mineral yang diperlukan oleh tubuh. Seperti halnya vitamin, mineral langsung diserap tanpa harus melalui proses pencernaan.

6. Air
Air adalah komponen terbesar penyusun protonplasma. Sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari air. Adapun fungsi air adalah sebagai berikut :
a. Melarutkan makanan dan mempercepat reaksi kimiawi dalam tubuh.
b. Mengangkut sisa zat pembakaran yang tidak terpakai.
c. Mengangkut berbagai substansi didalam tubuh.
d. Membentuk cairan tubuh.
e. Mengatur panas tubuh.