Mengapa kayu lebih tebal daripada kulitnya?



Untuk mengetahui jawabannya baca dengan teliti teks dibawah ini.
Jaringan meristem pada tumbuhan-Materi Biologi Kelas XI IPA SMA-MA
Jaringan meristem atau jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis. Kemampuan jaringan meristem bermitosis secara terus menerus menyebabkan terus bertambahnya sel-sel baru sehingga tumbuhan mengalami pertambahan tinggi dan volume.

Jaringan meristem memiliki sifat-siaft sebagai berikut:
1.     Disusun oleh sel-sel muda yang aktif membelah dalam fase pertumbuhan dan perkembangan.
2.     Tidak memiliki ruang antar sel (susunan sel rapat)
3.     Sel-sel berbentuk bulat, lonjong, poligonal, kuboid, atau prismatik dan memiliki dinding yang tipis. Namun sel-sel tertentu pada meristem apikal memiliki dinding yang tebal. Sel-sel kambium pembuluh juga memiliki dinding radial yang sangat tebal pada periode tertentu.
4.  Didalam sel banyak mengandung protoplasma. Biasanya protoplasma tidak mengandung bahan makanan cadangan dan kristal. Plastida masih berbentuk proplastida, namun protoplasma  felogen dapat mengandung seluruh bahan tersebut.
5.     Sel memiliki satu atau dua inti sel (nukleus yang besar)
6.     Vakuola sel sangat kecil atau tidak ada sama sekali.

Berdasarkan asal terebntuknya jaringan meristem dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem primer dan jaringan meristem sekunder.

1.     Meristem primer
 
Meristem primer adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya masih aktif membelah. Pada umumnya terdapat pada ujung batang (pucuk) dan ujung akar. Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan vertikal yang mengakibatkan perpanjangan batang dan akar.

Meristem ini berasal dari sel-sel inisial yang disebut Promeristem. Promeristem adalah jaringan meristem yang sudah ada ketika tumbuhan masih berada dalam fase embrio. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Haberlandt, promeristem akan berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Selanjutnya protoderm akan berdiferensiasi menjadi jaringan epidermis, prokambium akan berdiferensiasi  sistem jaringan pengangkut, sedangkan meristem dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar).

2.     Meristem skunder.
Meristem skunder berasal dari dari sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi sel-sel meristematik. Sel-sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma dan memiliki vakuola yang besar dibagian tengahnya. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus (felogen).

Kambium merupakan lapisan sel-sel ayng aktif membelah diantara pembuluh angkut xilem dan floem. Kambium disebut juga dengan kambum pembuluh (kambium vaskuler). Kambium dapat ditemukan didalam batang maupun akar tumuhan dikotil, gymnospermae dan beberapa tumbuhan  monokotil (misalnya Agave, Aloe, Yucca sp, dan Dracaena sp) kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder sehingga batang menjadi bertambah besar.

Aktivitas kambium kearah dalam membentuk pembuluh kayu (xilem), sedangkan ke arah luar membentuk pembuluh tapis (floem0. Pada fase pertumbuhan, aktivitas kambium kearah dalam lebih banyak dibandingkan dengan aktivitas kambium kearah luar, sehingga kayu pada batang atau akar menjadi lebih tebal daripada kulitnya.

Kambium gabus (felogen) adalah jaringan kambium berbentuk lapisan pelindung periderm (gabus). Kambum gabus terletak dibawah epidermis batang dan akar yang sudah tua. Aktivitas kambium gabus (felogen) kearah luar akan membentuk felem (lapisan gabus), sedangkan ke arah dalam akan membentuk feloderm (korteks sekunder).  Lapisan gabus sangat sulit  atau tidak dapat ditembus oleh air. Pada umumnya sel-sel gabus merupakan sel-sel mati. Sementara itu feloderm terdiri atas sel-sel hidup.

Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan, jaringan meristem dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.

1.     Meristem apikal.

Meristem apikal terdapat pada ujung batang (pucuk) utama, ujung batang (pucuk) lateral dan ujung akar. Mereistem apikal menyebabkan pemanjangan batang dan akar, yang disebut pertumbuhan primer. Semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer. Proses pemanjangan meristem apikal akan menghasilkan daun, bunga, dan tunas apikal (tunas ujung) yang akan berkembang menjadi cabang samping.

2.     Meristem interkalar atau aksial (meristem antara)

Meristem interkalar terletak di antara jaringan dewasa atau jaringan yang sudah berdiferensiasi. Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan golongan rumput-rumputan (Gramineae), beberapa anggota spesies dari Caryphyllaceae dan polygonaceae, serta Equisetum sp. meristem interkalar menyebabkan pemanjangan ruas batang dan menyebabkan terbentuknya bunga, jaringan yang terbentuk oleh meristem interkalar termasuk jaringan primer.

3.     Meristem lateral (meristem samping)

Meristem lateral terletak memanjang sejajar permukaan batang atau akar, contohnya kambium pembuluh (kambium vaskuler) dan kambium gabus (felogen). Mersitem lateral menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang maupun akar, sehingga batang dan akar tersebut akan membesar. Aktivitas meristem lateral akam membentyk jaringan sekunder.

Kambium pembuluh berperan dalam penebalan batang dan akar, sedangkan kambium gabus berperan membentuk lapisan pelindung periderm (gabus).  Penebalan kayu pada batang akibat aktivitas kambium pembuluh, menyebabkan epidermis pecah. Jaringan pelindung (lapisan gabus) kemudian mengambil alih fungsi epidermis.

Gabus tersusun dari sel-sel mati berbentuk pipih tanpa ruang antar sel. Sel-sel tersebut dibatasi oleh lapisan bahan berlemak yang disebut suberin. Pada batang, gabus muncul pada sel-sel korteks terluar, sedangkan pada akar umumnya gabus dibentuk di dalam perisikel. Pada jaringan gabus terdapat sekumpulan sel-sel yang memiliki ruang antar sel yang disebut lentisel. Lentisel berfungai sebagai jalur pertukaran udara atau oksigen untuk kebutuhan jaringan hidup yang terletak didalamnya.


Sumber Utama :
Irnaningtyas, dkk, Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Matematik dan Ilmu-Ilmu Alam, Erlangga, Jakarta, 2014

Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru: