Pemecahan Masalah Biologi Dengan Metoda Ilmiah dan Penelitian Ilmiah Biologi kelas X SMA/MA



A.    Pemecahan Masalah.




Dalam mempelajari berbagai gejala alam, ilmuwan menggunakan metode yang sistematis dan logis yang disebut metode ilmiah. Tahapan yang digunakan dalam metode ilmiah adalah melakukan pengamatan (observasi), mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis (dugaan sementara), membuat prediksi (prakiraan) dan melakukan eksperimen.


1.     Pengataman
Mengamati meupakan salah satu ketrampilan proses yang mendasar. Ketrampilan melakukan pengamatan (observasi) telah dikuasai apabila dapat mendeskripsikan suatu objek dan perubahan objek secara kualitatif. Pengamatan kualitatif dilakukan dengan menggunakan indra pengliatan, pendengaran, pembau, peraba dan pengecap tanpa mengacu pada satuan pengukuran baku. Sebaliknya pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mengacu pada satuan pengukuran baku disebut pengamatan kuantitatif.

2.     Pertanyaan
Pertanyaan atau masalah dapat diajukan setelah hasil pengamatan diperoleh.
a.     Misalnya mengapa warna mahkota bunga dalam satu tanaman tidak sama?
b.     Mengapa biji-biji Adenium tidak langsung tumbuh setelah jatuh ke tanah?

3.     Hipotesis
Hipotesisi merupakan dugaan sementara yang masih membutuhkan pengujian. Hipotesis di rumuskan dalam bentuk pernyataan. Dalam hipotesis selalu ada dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti. Variabel terikat adaah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas.
Pernyataan dalam hipotesis menunjukan pengaruh yang diberikan oleh variabel terikat.
Contoh hipotesis:
a.     Intensitas sinar matahari memengaruhi warna mahkota bunga Adenium
b.     Lama perendaman biji Adenium memengaruhi kecepatan perkecambahan.

4.     Prediksi
Hipotesis dapat diuji nilaikebenarannya setelah dibuat prediksi (prakiraan). Prediksi merupakan pernyataan yang dapat diuji dalam eksperimen. Prediksi didasarkan pada pengamatan yang cermat dan inferen tentang hubungan antara beberapa kejadian yang diamati. Inferen adalah penjelasan atau interpretasi berdasarkan hasil pengamatan.
Contoh prediksi:
a.     Warna mahkota bunga Adenium akan lebih cerah jika berbunga dimusim kemarau.
b.     Jika biji Adenium direndam lebih lama, perkecambahan biji akan semakin cepat.

5.     Eksperimen
Suatu prediksi dapat diuji dengan eksperimen. Eksperimen dilakukan dalam suatu lingkungan yang dikontrol dengan baik. Selanjutnya, akan diperoleh sekumpulan data hasil eksperimen yang kemudian diolah dan diinterpretasikan sehingga membentuk suatu kesimpulan. Kesimpulan suatu eksperimen dianggap benar jika eksperimen tersebut  dapat diulang dan mendapatkan kesimpulan yang sama.


B. Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah dilakukan untuk mengetahui berbagai gejala dan fakta di alam. Secara umum langkah-langkah dalam melakukan sebuah penelitian adalah sebagai berikut:


1.     Membuat kerangka acuan penelitian.
Kerangka acuan penelitian berisi pokok-pokok pikiran yang mendasari penelitian. Kerangka acuan dibuat agar dapat dikomunikasikan untuk memperoleh pendapat, saran, atau bantuan dana. Kerangka acuan penelitian terdiri atas:
a)     Judul penelitian
b)    Latar belakang masalah
c)     Rumusan masalah
d)    Tujuan penelitian
e)     Manfaat hasil penelitian
Dengan membuat kerangka acuan, siswa akan berlatih untuk:
a)     Merumuskan judul penelitian
b)    Menyusun latar belakang penelitian
c)     Merumuskan masalah
d)    Merumuskan tujuan penelitian
e)     Menjelaskan metode penelitian yang akan digunakan
f)     Menyusun jadwal kerja penelitian.

a.     Judul Penelitian
Judul penelitian sebagai identitas penelitian yang dicantumkan dalam berbagai dokumen. Judul penelitian yang baik haruslah padat, spesifik dan menggambarkan masalah yang diteliti.
Contoh judul penelitian:
“Pengaruh suhu perendalam biji terhadap kecepatan perkecambahan biji Adenium

b.     Latar belakang
Latar belakang suatu penelitian menunjukan konteks masalah yang akan diteliti serta kepentingan penelitian tersebut.
Contoh latar belakang penelitian:
1)    Pentingnya kecepatan perkecambahan dikaitkan dengan banyaknya kebutuhan terhadap benih Adenium
2)    Nilai jual beih dari biji lebih mahal dibandingkan dengan benih stek batang
3)    Tanaman Adenium yang berasal dari biji lebih indah diabndingkan yang berasal dari stek batang

c.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Rumusan masalah harus bisa dijawab dengan pengamatan dan memungkinkan untuk mengumpulkan data yang menjawab masalah tersebut.
Contoh rumusan masalah
“Adakah pengaruh suhu perendaman biji terhadap kecepatan perkecambahan biji Adenium?”

d.     Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan untuk menguraikan atau mendeskripsikan suatu gejal atau objek. Penelitian juga dapat bertujuan menerangkan suatu gejala atau menguji suatu hipotesis.
Contoh tujuan penelitian:
Untuk mengetahui pengaruh suhu perendaman biji terhadap kecepatan perkecambahan biji Adenium.

e.     Manfaat penelitian
Manfaat penelitian dapat dilihat dari dua aspek yaitu sumbangan bagi pengembangan ilmu (aspek teoritis) dan manfaat bagi penerapannya di masyarakat (aspek praktis)
Contohnya:
1)    Sebagai sumber informasi bagi petani tanaman hias dalam meningkatkan penyediaan bibit/benih Adenium
2)    Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian.


Sumber referensi : Pratiwi, D.A, dkk, Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Erlangga, Jakarta, 2017

Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru: