Apa Saja Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Gerak Manusia

Apa Saja Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Gerak Manusia

Sistem gerak pada manusia diantaranya tulang, persendian dan juga otot. Namun tak dipungkiri sistem gerak tersebut dapat mengalami gangguan, kelainan ataupun terkena penyakit.
Jenis Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Gerak Manusia Antara lain:

1 Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Tulang
1.1 Retak atau Patah Tulang (Fraktura)
1.2 Rakhitis
1.3 Osteoporosis
1.4 Mikrosefalus
1.5 Kelainan Tulang Belakang
2 Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sendi
2.1 Dislokasi
2.2 Keseleo/Terkilir
2.3 Ankilosis
2.4 Artritis
3 Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Otot
3.1 Kejang Otot
3.2 Atropi
3.3 Hipertropi
3.4 Tetanus
3.5 Stiff atau Kaku Leher
3.6 Hernia abdominalis

Berikut ini adalah gangguan, kelainan dan penyakit yang terjadi pada tulang. Diantaranya:
Retak atau Patah Tulang (Fraktura)
Retak atau patah tulang dibedakan menjadi 4 yaitu:
Fraktura sederhana, jika tulang yang retak tidak sampai melukai otot.
Greenstick, jika tulang hanya retak dan sebagian tidak sampai memisah.
Fraktura tertutup, jika tulang patah menyebabkan otot terluka namun tidak keluar dari kulit.
Fraktura terbuka, jika tulang patah hingga keluar dari kulit.

Rakhitis
Rakhitis adalah penyakit tulang rapuh yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Penderita penyakit ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit pada tulang dimana kondisi tulang menjadi lunak karena disebabkan kekurangan hormon-hormon tertentu yang membantu pelekatan kalsium atau bisa juga karena kekukurangan kalsium.

Mikrosefalus
Mikrosefalus adalah kelainan pada tulang kepala berupa ukuran kepala lebih kecil atau tidak proporsional. Hal ini disebabkan saat hamil, ibu tersebut kekurangan kalsium sehingga pembentukan tengkorak bayi tidak sempurna.

Kelainan Tulang Belakang
Kebiasaan duduk dengan posisi yang salah dapat mengakibatkan kelainan pada tulang belakang. Ada 3 macam kelainan pada tulang belakang yaitu:
Lordosis, kelainan pada tulang belakang atau tulang punggung yang menyebabkan penderita memiliki punggung yang terlalu melengkung masuk pada bagian pinggang.
Kifosis, kelainan pada tulang belakang atau tulang punggung yang menyebabkan tulang punggung penderita melengkung ke bagian depan melebihi batas normal atau disebut juga bungkuk.
Skoliosis, kelainan pada tulang punggung atau tulang belakang melengkung seperti huruf S.

Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sendi

Dislokasi
Dislokasi adalah pergeseran kedudukan sendi karena sobek atau tertarik oleh ligamen.

Keseleo/Terkilir
Keseleo/Terkilir adalah gangguan persendian karena tertariknya ligamen sendi oleh gerakan tiba-tiba.

Ankilosis
Ankilosis adalah keadaan sendi yang tidak dapat digerakkan.

Artritis
Artritis atau infeksi sendi adalah gangguan sendi yang disebabkan karena adanya peradangan pada sendi. Artriris dibedakan menjadi 3 yaitu:

Reumatoid, penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.
Ostevartritis, penyakit sendi karena menipisnya tulang rawan.
Gautartritis, gangguan gerak karena kegagalan metabolisme asam urat.

Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Otot
Kejang Otot
Kejang Otot adalah gangguan otot karena melakukan aktivitas terus menerus singga akhirnya otot tidak mampu lagi berkontraksi karena kehabisan energi.

Atropi
Atropi adalah gangguan otot karena otot mengecil sehingga kemampuan untuk berkontraksi hilang.

Hipertropi
Hipertropi adalah keadaan otot yang membesar dan kuat karena sering dilatih. Hal ini terjadi pada tubuh atlet seperti binaragawan dan lainnya.

Tetanus
Tetanus adalah kejang otot yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.

Stiff atau Kaku Leher
Kaku leher terjadi karena otot leher mengalami peradangan akibat gerakan atau hambatan yang salah sehingga leher terasa kaku.

Hernia abdominalis
Hernia abdominalis adalah sobeknya otot dinding perut yang lemah sehingga usus melorot masuk ke rongga perut.



Sumber : https://www.pelajaran.co.id/2017/18/kelainan-gangguan-dan-penyakit-pada-sistem-gerak-manusia.html
2.4 Contoh RPP Sistem Gerak Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA

2.4 Contoh RPP Sistem Gerak Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA

Tak dapat dipungkiri RPP yang biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan hal yang harus dibuat guru dimulai tingkat SD, SMP, SMA, SMK, SMP dan SMA sederajat.
Perencanaan pembelajaran merupakan hasil dari proses berpikir, artinya suatu perencanaan pembelajaran tidak disusun sembarangan tetapi dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin dapat berpengaruh, dan segala sumber daya yang tersedia yang dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. 
Perencanaan pembelajaran disusun untuk mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sehingga ketercapaian tujuan merupakan fokus utama dalam perencanaan pembelajaran. 
 Perencanaan pembelajaran berisi tentang rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan pembelajaran dapat berfungsi sebagai pedoman dalam mendesain pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. 
Dari Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa RPP mempunyai peranan penting dalam melaksanakan proses belajar mengajar. membuat dan meyusun RPP merupakan suatu keharusan bagi seorang guru karena dengan perencanaan pembelajaran guru dapat melangsungkan kegiatan belajar secara efisien dan efektif dan dapat menghemat sumber daya lainnya. 
RPP SMA-MA Biologi kelas XI IPA Kurikulum 2013 yang direvisi ini adalah perangkat pembelajaran yang sudah dilengkapi dengan Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, Kelas/semester, Materi pokok, Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai. 
Dalam rangka membantu para rekan guru yang sedang kesulitan dalam membuat dan menyusun RPP Biologi kelas XI atau sekedar sebagai bahan referensi maka kami poskan salah satu RPP dengan pokok bahasan Sistem Gerak kelas XI IPA program Peminatan.  Demikian, Semoga membantu dan bermanfaat. Terima Kasih
Download Contoh RPP Sistem Gerak Biologi Kelas XI IPA disini
Jangan Lupa Lihat 
Sistem Pencernaan Pada Manusia-Makanan dan Fungsi Makanan

Sistem Pencernaan Pada Manusia-Makanan dan Fungsi Makanan

Pengertian makanan
Makanan adalah sumber energi bagi tubuh agar dapat melakukan berbagai aktivitas. Jika tubuh kekurangan energi maka tubuh akan lemas dan mudah lelah.
Fungsi Makanan Bagi Tubuh
Makanan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
2. Pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang telah rusak atau tua.
3. Pengaturan metabolisme tubuh.
4. Penjaga keseimbangan cairan tubuh.
5. Pertahanan tubuh terhadap penyakit.
6. Penghasil energi.

Makanan yang baik untuk tubuh adalah makanan bersih, sehat dan bergizi seimbang. Makanan bergizi seimbang harus mengandung zat-zat seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. 
1. Karbohidrat
Fungsi karbohidrat di dalam tubuh antara lain sebagai sumber energi utama, berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa, pembentukan struktur sel, jaringan dan organ, dan membantu proses pencernaan makanan dalam saluran pencernaan, misalnya selulosa. Sumber karbohidrat adalah seperti pada padi-padian (beras, gandum, jagung), umbi-umbian (singkong, ubi,kentang), tepung, dan sagu.

2. Lemak
Bagi tubuh kita, lemak mempunyai fungsi yang sangat penting. Selain sebagai sumber energi, lemak juga adalah penyusun membran sel, sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, serta sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Lemak dapat di peroleh dari tumbuhan (nabati) maupun hewan (hewani). Beberapa bahan makanan yang mengandung banyak lemak misalnya adalah seperti kacang-kacangan, minyak goreng, daging dan susu.

3. Protein
Protein antara lain didapat dari hewan : daging, susu, ikan, telur, dan keju. Sedangkan protein dari tumbuhan didapat dari biji-bijian.

Fungsi protein adalah antara lain sebagai berikut :
1. Sintesis zat-zat penting tubuh, seperti hormon, enzim, dan antibodi.
2. Pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan tubuh.
3. Pelaksanaan metabolisme tubuh.
4. Penyeimbangan asam dan basa cairan tubuh karena berperan sebagai buffer.
5. Pemeliharaan tekanan cairan dalam sekat rongga tubuh.
6. Penyediaan sumber energi, dimana 1 gram protein terkandung 4,1 kalori.
7. Penetralan (detoksifikasi) racun di dalam tubuh.

4. Vitamin
Vitamin dapat berfungsi sebagai ko-enzim, ko-enzim adalah suatu zat yang memacu bekerjanya suatu enzim. Terdapat dua kelompok vitamin, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan tidak larut dalam lemak. Vitamin larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan. Bila jumlah yang tersedia lebih banyak dari yang diperlukan tubuh, akan disimpan di dalam lemak dalam waktu yang cukup lama. Berbeda dengan vitamin yang tidak larut dalam lemak, bila masukan vitamin melebihi jumlah yang diperlukan oleh tubuh, kelebihannya akan dibuang ke luar tubuh.

Macam-macam vitamin
Macam-macam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh adalah antara lain sebagai berikut :

a. Vitamin A
Vitamin A terdapat pada hati, minyak ikan, lemak hewani, kuning telur, wortel dan tomat. Fungsi vitamin A adalah sebagai meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata. Akibat kekurangan vitamin A adalah xeroftalmia, rabun senja, kulit pecah-pecah, pertumbuhan lambat.

b. Vitamin B1
Vitamin B1 terdapat pada kulit beras, kacang hijau, sayur-sayuran, hati, susu, dan daging. Fungsi vitamin B1 adalah sebagai mengoksidasi makan untuk memperoleh energi. Akibat kekurangan vitamin B1 adalah penyakit beri-beri dan gangguan saraf.

c. Vitamin B2
Vitamin B2 terdapat pada hati, susu, telur, dan ragi. Fungsi vitamin B2 adalah sebagai pernafasan sel, menjaga keutuhan jaringan saraf dan kornea mata. Akibat kekurangan vitamin B2 adalah katarak, mata kabur, ujung mulut terkelupas.

d. Vitamin B6
Vitamin B6 terdapat pada telur, daging, kentang, dan kubis. Fungsi vitamin B6 adalah membantu tubuh mencerna protein dan respirasi seluler. Akibat kekurangan vitamin B6 adalah penyakit anemia dan pellagra.

e. Vitamin B12
Vitamin B12 terdapat pada daging, susu, dan ragi. Fungsi vitamin B12 adalah sebagai pembentukkan sel darah merah. Akibat kekurangan vitamin B12 adalah anemia pernisiosa (sel darah merah berjumlah sedikit, rapuh, dan mudah hancur).

f. Vitamin C
Vitamin C terdapat pada jeruk, pepaya, tomat, pisang, dan sayuran hijau segar. Fungsi vitamin C adalah sebagai keutuhan zat perekat antar sel, menjaga kekebalan jaringan epitel. Akibat kekurangan dari vitamin C adalah penyakit skorbut (gusi mudah berdarah dan gigi mudah goyang).

g. Vitamin D
Vitamin D terdapat pada susu, mentega, kuning telur, dan minyak ikan. Fungsi vitamin D adalah membantu pertumbuhan tulang. Akibat kekurangan vitamin D adalah gangguan pertumbuhan tulang pada anak-anak dan rakitis.

h. Vitamin E
Vitamin E terdapat pada biji-bijian, sayur-sayuran, telur, mentega, dan susu. Fungsi vitamin E adalah sebagai pembantu sistem reproduksi. Akibat kekurangannya vitamin E adalah kemandulan.

i. Vitamin K
Vitamin K terdapat pada sayuran hijau, biji-bijian dan hati. Fungsi vitamin K adalah mempercepat pembekuan darah dan mencegah keguguran. Akibat kekurangan vitamin K adalah darah sukar membeku.

5. Mineral
Mineral adalah bahan-bahan anorganik (tak hidup). Tubuh kita sangat membutuhkan mineral untuk pembentukan struktur tubuh. Beberapa mineral yang sangat dibutuhkan tubuh, misalnya seperti :

a. Kalsium
Kalsium berguna untuk pembentukan tulang dan gigi.
b. Besi
Besi berguna untuk pembentukan hemoglobin.
c. Natrium
Natrium berguna untuk proses kontraksi otot.
d. Fosfor
Fosfor berguna untuk proses pembentukan energi dalam sel.
Susu adalah bahan makanan yang cukup lengkap dan mengandung mineral yang diperlukan oleh tubuh. Seperti halnya vitamin, mineral langsung diserap tanpa harus melalui proses pencernaan.

6. Air
Air adalah komponen terbesar penyusun protonplasma. Sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari air. Adapun fungsi air adalah sebagai berikut :
a. Melarutkan makanan dan mempercepat reaksi kimiawi dalam tubuh.
b. Mengangkut sisa zat pembakaran yang tidak terpakai.
c. Mengangkut berbagai substansi didalam tubuh.
d. Membentuk cairan tubuh.
e. Mengatur panas tubuh.
Paku dan Pergiliran Keturunan Tumbuhan Paku

Paku dan Pergiliran Keturunan Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut.
Tumbuhan Paku

Pengertian Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta memiliki pembuluh pengangkut. Pteridophyta berasal dari kata  pteron :sayap bulu, dan phiton :tumbuhan.

Sehingga Pteridophyta merupakan tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora, dimana tumbuhan ini menghasilkan spora dan memiliki susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap pada pucuk tumbuhan terdapat bulu-bulu.

Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom).

Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang, sangat pendek, ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung. Beradasarkan bentuk dan ukuran susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil.

Mikrofil bentuk kecil atau bersisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel. Makrofil daun besar, bertangkai, bertulang daun, bercabang-cabang, sel telah terdiferensiasi.

Tumbuhan paku merupakan suatu divisi yang warganya telah jelas  mempunyai kormus, artinya tubuhnya dengan nyata dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya, yaitu akar, batang  dan  daun. Namun  demikian,  pada  tumbuhan  paku  belum dihasilkan  biji. Alat perkembangbiakan  tumbuhan  paku yang utama adalah  spora.

Oleh  sebab  itu,  ahli  taksonomi membagi dunia  tumbuhan dalam  dua  kelompok  saja  yang  diberi  nama  Cryptogamae  dan  phanerogamae.  Cryptogamae  (tumbuhan  spora) meliputi  yang  sekarang  kita  sebut  dibawah  nama  Schizophyta,  Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta.

Ciri Ciri Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan tertua.

Ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah :

  1. Akar, batang dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem.
  2. Dapat ditemukan di air, di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau di sisa-sisa tumbuhan lain/sampah-sampah sebagai saprofit.
  3. Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun.
  4. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis).
  5.  Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari disebut generasi sporofit.
  6. Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis.
  7. Tidak berbunga.
  8. Umumnya memiliki rizom (batang yang terdapat di dalam tanah).

Karakteristik Tumbuhan Paku

Memiliki 4 struktur penting, yaitu lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat disekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium, kutikula pada bagian luar , dan yang paling penting adalah sistem transport internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti  pengorganisasian transport air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.

Struktur Tubuh Tumbuhan Paku

Akar
Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel – sel yang dapat dibedakan dengan sel – sel akarnya sendiri.

Batang
Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimbang, mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. akan tetapi ada batang beberapa jenis tumbuhan paku seperti  paku pohon /paku tiang yang panjangnya mencapai 5 m dan kadang – kadang bercabang misalnya: Alsophilla dan Cyathea.

Daun
Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis, daging daun, dan tulang daun.

Mikrofil
Daun ini berbentuk kecil – kecil seperti  rambut atau sisik, tidak bertangkai dan tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan tidak dapat dibedakan antara epidermis, daging daun dan tulang daun.

Makrofil
Merupakan daun yang bentuknya besar, bertangkai dan bertulang daun, serta bercabang – cabang. Sel – sel penyusunnya telah memperlihatkan diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, serta stomata (mulut daun). Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut  frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut  pinna.

Jika diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam  sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Gambar dibawah ini menunjukkan sporangia yang tergabung dalam struktur sorus (jamak sori).

Tidak semua daun paku memiliki sorus (sori), daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun  sporofil, daun paku yang tidak memiliksorus disebut daun steril. Daun ini banyak mengandung klorofil dan banyakdimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Daun ini disebut daun tropofil. 

Ditinjau dari fungsinya , daun tumbuhan paku dibedakan atas:

Tropofil 
Merupakan daun yang khusus untuk fotosintesis.

Sporofil
Daun ini berfungsi untuk menghasilkan spora. Tetapi daun ini juga dapat melakukan fotosintesis, sehingga disebut pula sebagai troposporofil.  

Adapun struktur sorus adalah bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut  indusium. Bagian dalam  sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora.

Jika daun sporofil (daun fertil) diletakkan di atas permukaan kertas polos, maka  bentuk  spora  akan  terlihat seperti  serbuk bedak berwarna hitam, coklat, kemerahan, kuning atau hijau tergantung jenis tumbuhan pakunya. Masing-masing spora akan tumbuh menjadi paku dewasa melalui proses yang kompleks.

Klasifikasi Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:
Paku Purba (Psilophytinae)
Paku Kawat (Lycopodiinae)
Paku Ekor Kuda (Equisetinae)
Paku Sejati (Filicinae)

1. Paku Purba (Psilophytinae)
Gambar Tumbuhan Paku Purba (Psilophytinae)

Paku purba merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hampir punah. Tumbuhan ini hidup di zaman purba dan sekarang ditemukan dalam bentuk fosil. Daunnya kecil, terkadang tidak berdaun. Species yang masih ada adalah Psilotum.

Paku Kawat (Lycopodiinae)
Gambar Tumbuhan Paku Kawat (Lycopodiinae)

Paku kawat memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dengan susunan spiral; batang seperti kawat; sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut), umumnya hidup di darat.

Paku Ekor Kuda (Equisetinae)
Gambar Tumbuhan Paku Ekor Kuda (Equisetinae)

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah berdaun tunggal dengan ukuran kecil dan tersusun spiral, batang berwarna hijau dan beruas-ruas. Sporangium terletak di dalam strobilus (kerucut).

Paku Sejati (Filicinae)
Gambar Tumbuhan Paku Sejati (Filicinae)

Tumbuhan ini sering kita sebut dengan pakis.

 Ciri-cirinya adalah;


  1. daun berukuran besar,
  2. daun muda menggulung
  3. sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora).


Berdasarkan tempat hidupnya, paku sejati dikelompokan menjadi;

Tumbuhan paku yang hidup di tanah seperti pada lereng pegunungan. Contoh:

 paku tiang (Alsophilla glauca),
 suplir (Adiantum cuneatum) dan
 pakis (Nephrolepis sp.)

Tumbuhan paku yang tumbuh di perairan. Contoh:
 semanggi (Marsilea crenata) dan
 paku air (Azolla pinnata).

Tumbuhan paku yang menempel pada tumbuhan lain/epifit. Contoh:
 paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) dan paku sarang burung (Asplenium nidus)

Habitat Tumbuhan Paku
Habitatnya di darat, terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah, tepi pantai, lereng gunung, 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab, dan ada juga yang bersifat epifit (menempel) pada tumbuhan lain.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan fotoautotrof. Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air ( misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata). Namun, pada umumnya tumbuhan paku adalah tumbuhan terestrial (tumbuhan darat).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan Paku :
kadar air dalam tanah

  1. kadar air dalam udara
  2. Kandungan hara mineral dalam tanah
  3. kadar cahaya untuk fotosintesis
  4. Suhu yang optimal
  5. Perlindungan dari angin
  6. perlindungan dari cahaya yang terlalu kuat

Tidak semua faktor tersebut berpengaruh, tapi tergantung pada jenis tumbuhan pakunya.  Survive tidaknya suatu tumbuhan paku di suatu areal tergantung dari ketahanan gametofitnya, apakah akan berkembang secara alami di lingkungannya atau tidak.

Seperti tanaman tingkat tinggi, tumbuhan paku tumbuh lingkungannya masing-masing (biasanya tempat lembab). beberapa paku dapat bertahan hidup di daerah yang ekstrim seperti lingkungan kering dan panas. Beberapa jenis paku dapat tumbuh di daerah gurun Tumbuhan paku meletakkan dirinya tepat sesuai dengan  nitchenya, tanah yang lembab, udara yang lembab, intensitas cahaya dan sebagainya.

Jarang tumbuhan paku hidup diluar nitchenya. Jika anda ingin menumbuh kembangkan paku, maka anda harus menciptakan lingkungan yang sesuai sehingga tumbuhan paku tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Reproduksi Tumbuhan Paku
Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual (vegetatif), yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora.

Reproduksi secara seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat–alat kelamin (gametogonium). Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum).seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).

Metagenesis paku homospora

Metagenesis Paku Heterospora dan Paku Peralihan

Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Ketika ada spora yang jatuh di tempat yang cocok, spora tadi akan berkembang menjadi protalium yang merupakan generasi penghasil gamet atau biasa disebut sebagai generasi gametofit, yang akan segera membentuk anteredium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang akan menghasilkan ovum.

Ketika spermatozoid dan ovum bertemu, akan terbentuk zigot yang diploid yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit karena mampu membentuk sporangium yang akan menghasilkan spora untuk perkembangbiakan.

Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. Apabila kita amati daun tumbuhan paku penghasil spora (sporofil), di sana akan kita jumpai organ-organ khusus pembentuk spora. Spora dihasilkan dan dibentuk dalam suatu wadah yang disebut sebagai sporangium. Biasanya sporangium pada tumbuhan paku terkumpul pada permukaan bawah daun.

Manfaat tumbuhan paku
Sebagai tanaman hiasan :
- Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
- Asplenium nidus (paku sarang burung)
- Adiantum cuneatum (suplir)
- Selaginella wildenowii (paku rane)

Sebagai bahan penghasil obat-obatan :
- Asipidium filix-mas
- Dryopteris filix-mas
- Lycopodium clavatum

Sebagai tanaman sayuran :
- Marsilea crenata (semanggi)
- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

Sebagai pupuk hijau dalam pertanian :
- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)

Sebagai pelindung tanaman di persemaian :
- Gleichenia linearis

Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara :
- Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.

Ukuran dan bentuk tubuh Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki ukuran yang bervariasi dari yang tingginya sekitar 2 cm, misalnya pada tumbuhan paku yang hidup mengapung di air, sampai tumbuhan paku yang hidup di darat yang tingginya mencapai 5 m misalnya paku tiang (Sphaeropteris). Tumbuhan paku purba yang telah menjadi fosil diperkirakan ada yang mencapai tinggi 15 m. Bentuk tumbuhan paku yang hidup saat ini bervariasi, ada yang berbentuk lembaran, perdu atau pohon, dan ada yang seperti tanduk rusa.

Tumbuhan paku terdiri dari dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. 
Generasi sporofitdan generasi gametofit ini tumbuh bergantian dalam siklus tumbuahan paku. Generasi sporofit adalah tumbuhan yang menghasilkan spora sedangkan generasi gametofit adalah tumbuhan yang menghasilkan sel gamet (sel kelamin). 

Pada tumbuhan paku, sporofit berukuran lebih besar dan generasi hidupnya lebih lama dibandingkan generasi gametofit. Oleh karena itu, generasi sporofit tumbuhan paku disebut generasi dominan. Generasi sporofit inilah yang umumnya kita lihat sebagai tumbuhan paku.

Contoh Tumbuhan Paku
Tanaman suplir atau semanggi
paku air (Azolla pinnata)
paku tiang (Alsophilla glauca),
suplir (Adiantum cuneatum) dan
pakis (Nephrolepis sp.)
paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) dan
paku sarang burung (Asplenium nidus)

Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/tumbuhan-paku/
Jamur Basidiomycota

Jamur Basidiomycota


Jamur Ascomycota

Jamur Ascomycota


Struktur Jaringan Hewan

Struktur Jaringan Hewan


Jaringan Tumbuhan

Jaringan Tumbuhan


1.3. Contoh RPP Klasifikasi Makhluk Hidup-Biologi Kelas X

1.3. Contoh RPP Klasifikasi Makhluk Hidup-Biologi Kelas X

 
Dalam rangka persiapan bapak bu guru mengajar pada tahun pelajaan 2019/2020 berikut saya post-kan contoh RPP Biologi Klas X Pokok Bahasan Klasifikasi Makhluk Hidup, sebagai bahan referensi bapak ibu guru dalam persiapan mengajar.  Semoga bermanfaat.

Bapak Ibu Bisa mendownload pada link disini

RPP Ruang lingkup biologi disini
RPP Keanekaragaman hayati disini
RPP Virus disini 

RPP Kingdom Monera disini 
RPP Protista 
RPP Plantae
RPP Animalia
RPP Ekosistem
RPP Perubahan Lingkungan
Fungsi Antena pada Semu

Fungsi Antena pada Semu


Antena semut ternyata memiliki fungsi untuk berkomunikasi dengan semut lainnya. Mungkin kalian pernah melihat saat semut berpapasan, neraka akan berhenti sejenak. Saat itulah, semut dan semut lain menempelkan antena untuk mengetahui apakah di lingkungan sekitarnya ada makanan atau ada musuh.

Lengkapnya, seperti dikutip dalam buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia', seorang peneliti di Universitas New York T.C. Schneirla melakukan sebuah penelitian tentang semut. Dia mengambil sampe seekor semut yang ditaruh di dalam tempat yang berisi makanan. Kemudian, semut lainnya ditaruh didalam yang berisi semut-semut musuh.

Fungsi Antena pada Semut

Schneirla mengamati kelakuan kedua semut, terutama ketika berpapasan. Adapun dari penelitian tersebut dia menyimpulkan bahwa zat kimia yang dikeluarkan dari makanan ataupun dari musuh semut menempel pada semut itu.

Kemudian, ketika bertemu dengan semut kawananya, semut ini akan saling menyapa dengan bersentuhan. Dari bersentuhan inilah zat kimia dari semut akan memberi tahu temannya melalui antena di kepala semut.

Fakta Menarik Mengenai Semut yang Jarang Diketahui

Semut merupakan hewan yang cukup menakjubkan. Ia adalah jenis serangga yang hidup berkelompok. Terkadang semut dapat mengecohkan manusia, bertahan lebih lama dan menggungguli manusia.

Dilansir dari ThoughtCo, sifatnya yang kompleks dan kooperatif memungkinkan semut bertahan dan berkembang dalam kondisi yang menantang individu. Inilah beberapa fakta menarik mengenai semut yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Membawa Benda 50 Kali Lebih Berat dari Tubuhnya

Dengan tubuh yang kecil ternyata hal yang cukup menguntungkan bagi semut. 
Dengan ukurannya yang kecil, otot semut lebih tebal daripada hewan yang lebih besar, bahkan manusia. Otot yang tebal itulah memungkinkan semut memiliki lebih banyak kekuatan sehingga dapat membawa benda yang lebih besar dari tubuhnya.

Hidup Berdampingan dengan Dinosaurus

Semut berkembang sekira 130 juta tahun yang lalu pada masa Cretaceous. Fosil semut tertua yang diketahui merupakan semut primitif dan sekarang telah punah bernama, Sphercomyrma freyi, ditemukan di Cliffwood Beach, NJ.

Meskipun fosil yang ditemukan berasal dari 92 juta tahun yang lalu, fosil semut lainnya yang ditemukan terbukti memiliki garis keturunan yang sama dengan semut sekarang. Hal ini menunjukkan evolusi jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sumber : https://techno.okezone.com/read/2019/09/01/56/2099208/ternyata-ini-fungsi-antena-pada-semut


Misteri Sidik Jari Manusia Yang Harus Kamu Tahu

Misteri Sidik Jari Manusia Yang Harus Kamu Tahu



·         Sidik jari adalah pola tertentu yang terbentuk di ujung jari manusia
·         Proses terbentuknya dimulai saat masih janin pada minggu ke-10 kehamilan
·         Pola sidik jari terbentuk karena lapisan basal kulit yang tumbuh lebih cepat
·         Pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA dan lingkungan di dalam kandungan, oleh karena itu tidak ada dua sidik jari yang sama persis di dunia.

Sidik jari adalah pola tertentu yang terbentuk di ujung jari-jari manusia.
Pola tersebut bersifat unik dan bebeda untuk setiap orang. Karena itu, sidik jari banyak digunakan dalam pengenalan identitas untuk berbagai keperluan, seperti:
·         absensi
·         pembuka kunci handphone
·         melacak identitas penjahat

Melihat sifatnya yang sangat menarik dan potensi penggunaannya yang luas, mari kita pelajari lebih jauh terkait sidik jari manusia ini.

Proses Pembentukan Sidik Jari
Sidik jari mulai berkembang di sekitar minggu ke-10 kehamilan dan akan terbentuk secara penuh di akhir bulan ke-4. Proses terbentuknya erat kaitannya dengan proses pertumbuhan kulit pada janin di dalam kandungan.

Secara umum kulit manusia memiliki beberapa lapisan:
·         Lapisan kulit luar (epidermis)
·         Lapisan kulit tengah (basal)
·         Lapisan kulit dalam (dermis)

Proses pembentukan sidik jari

Pada janin, lapisan basal di ujung jari tumbuh lebih cepat daripada lapisan lainnya.

Ketika lapisan basal terus tumbuh meregang, lapisan ini menyebabkan dua lapisan kulit lainnya ikut tertarik. Akibatnya, lapisan epidermis ringsek terlipat ke dalam dermis dan membentuk pola tonjolan sidik jari.

Kenapa sidik jari berbeda
Secara mendasar, ada tiga pola sidik jari manusia, yaitu: loop, whorls, arches.

Pola sidik jari

Pola yang terbentuk pada sidik jari tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: DNA dan lingkungan di dalam kandungan.

DNA berfungsi mengatur pola pertumbuhan tubuh janin (termasuk di bagian kulit tangan) dan menentukan kapan pertumbuhan sidik jari ini dimulai.


Jika pertumbuhan sidik jari lebih cepat pada satu sisi dibanding sisi lainnya, maka hal ini akan membuat pola sidik jari loops.

Sidik jari loops

Jika pertumbuhan sidik jari terjadi secara merata, maka pola yang terbentuk adalah whorls atau arches.

Pola sidik jari berdasarkan pola pertumbuhan

Pola pastinya dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan, meliputi
·         posisi janin di dalam kandungan
·         interaksinya dengan dinding kandungan
·         massa jenis cairan ketuban
·         dan faktor-faktor lain yang masih diteliti oleh para ilmuwan

Saraf juga dikatakan berperan dalam proses pembentukan sidik jari, karena banyak pakar menduga saraf adalah asal dari kekuatan yang menarik epidermis.

Proses lipatan ini akan terus terjadi sampai pada akhirnya menghasilkan pola kompleks dan unik yang kita lihat di ujung-ujung jari kita saat ini.

Penggunaan sidik jari
Karena sifatnya yang unik dan berbeda-beda pada setiap orang, sidik jari digunakan untuk banyak keperluan. Saat ini yang paling sering adalah untuk kunci handhphone.

sensor sidik jari untuk smartphone

Cara kerjanya yaitu sensor handphone akan mengenali pola sidik jari tersebut. Ada dua jenis sensor yang dipakai. Satu jenis capacitive, dan yang kedua yaitu jenis optical.

Sensor capacitive bekerja dengan mendeteksi perbedaan tekstur jari, sementara sensor optical bekerja dengan mengambil data gambar dari sidik jari.

Data sidik jari yang telah kamu masukkan akan diidentifikasi dan dicatat detailnya. Meliputi bagian pusat sidik jari, pola putaran, proporsi, dan semua detail lainnya.

Lalu, setiap kali kamu menempelkan jarimu di sensor, sensor tersebut akan mencocokkan sidikjari tersebut dengan data sidikjari yang telah terekam.

Pola sidik jari untuk smartphone